CHRIS KOLO : SURAT KECIL UNTUK SAHABAT

SURAT KECIL UNTUK SAHABAT

 
Sahabatku Apa Kabar?
Apakah Kamu Baik?
Apakah Kamu Sehat?
Ataukah Kamu Kesepian?
 
Sudah Sekian Lama Kamu Meninggalkan Aku
Pergi tanpa berita
Pergi tanpa alasan
Pergi Tanpa Pamit
Ada Apa Denganmu Sahabatku?
 
Aku Disini Kesepian
Aku Disini Sendirian
Aku Sebatang Kara
Aku Merindukanmu
 
Bukankan Kita Pernah Punya Mimpi Yang Sama?
Besi kita pernah melangkah bersama
Apa Kita Pernah Mengukir Cerita Bersama?
Apa Kita Pernah Berjuang Bersama?
 
Aku Sadar Dalam Perjalanan Kita Kamu Melangkah Lebih Cepat
Dan Kamu Tina Dahulu Sebelum Aku
Aku senang
Aku Bahagia
Aku Gembira
 
Dalam Gumamku Aku Berkata
Dia Sahabatku
Dia Sudah Mewujudkan Mimpi Kami
 
Dengan Tersenyum Sipu Aku Bangga Padamu
Aku mendukungmu
Kamu Hebat
Dan Kamu Tetap Sahabatku
 
Karena Keadaan Kamu Harus Pisah Dariku
Tapi Dengan Seiringx Waktu Berjalan 
Kamu Sering Melihat Aku
Bercerita Bersama
Bercanda Bersama Bahkan
Kadang Kamu Lupa Pulang
 
Sahabatku Keadaan Itu Telah Membesarkanmu
Aku Bangga Padamu Sahabatku
Dan Pada Akhirnya Kamu Pulang Dengan Cerdas Sewaktu Berada Di Dalam Keadaan Itu
 
Tanpa Kita Sadari
Waktu Telah Berubah Sahabatku Dan
Aku Yang Kembali Di Dalam Keadaan Itu
Aku Butuh Kamu Sebagai Penunjuk Dan Pembawa Arah
 
Sahabatku Dimana Kamu Sekarang?
Pulanglah
Aku Merindukanmu
Aku Merindukan Kehadiranmu
Aku Merindukan Suaramu
 
Suara Yang Sedang Kau Marah Padaku
Suara Yang Sedang Kau Nasehati Aku
Suara Yang Kadang Menguatkanku
 
Ayo Pulanglah
Aku Masih Disini
Aku Di Rumah Kita
Rumah Yang Kita Dilahirkan Dan
Dibesar Sama-Sama Waktu Itu
Rumah Yang Sudah Hampir Mau Rubuh
 
Aku Masih Makan Pakai Piring Kamu
Aku Masih Minum Pakai Gelas Kamu
Aku Masih Tidur Pakai Tirai Kamu
Aku Masih Tidur Pakai Bantal Kamu
Piring, Gelas, Sendok, Tirai Dan Bantal Yang Kamu Tinggalkan Untuk Aku
 
Sahabatku mengapa Kamu Meninggalkan Aku?
Apakah Aku Tidak Pantas Makan Dan Minum Serta Tidur Dari Apa Yang Kamu Tinggalkan Untuk Aku?
Jika Aku Tak Pantas Katakan Itu Padaku
 
Ayo Pulanglah
Aku Takut Sendirian Disini
Aku Tak Sanggup Menjalani Semua Ini
Aku Butuh Kamu Disini Untuk Menguatkanku
 
Ataukah Kaadaan Dan Situasi Yang Membuat Kamu Menghindar Dariku?
Jika Memang Itu Dan Itu Benar
Aku Tidak Akan Mau Dari Awal Hadir Dalam Situasi Dan Keadaan Itu
Aku Lagi Memilih Kamu Daripada Keadaan 
Karena Kamu Sahabatku
 
Ayo Pulanglah
Atau agak Kamu Bisa Kontak Aku
Aku Masih Pakai Nomor Yang Satu Itu
 
Penulis
 
Kristoforus Kolo
 
 

DELLON UKAT:CATATAN SINGKAT SANG SPESIALIS KEGAGALAN

(Delon Ukat, Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Universita Katolik Widya Mandira Kupang )

CATATAN SINGKAT SANG SPESIALIS KEGAGALAN

Entah pada siapa saya mengadu? Saya aku pasti sudah dibayang- bayangi oleh kegagalan hidup yang di takuti oleh semua orang. Saat itu saya benar-benar menjadi orang yang tidak berguna dan tidak berarti di mata orang lain.

 Jangankan orang lain, untuk diriku sendiri kok seperti benalu yang hanya menambahkannya untuk tubuhku sendiri.

Apa yang saya perbuat sekarang serasa seperti ibarat “Sudah jatuh, tertimpah tangga pula” tidak heran jika saya sering tidak dibutuhkan, karena memang saya bukan siapa-siapa sekarang.

Terkadang saya ingin lari dari semua itu.Tetapi disisi lain masih ada orang yang membuat saya terus menjadi yang lebih baik.

Tapi jangankan mengabulkannya untuk orang lain, untuk mengabulkan keinginan saya sama seperti tidak bisa.

Apakah cukup sampai disini? Saya rasa tidak. Orang jatuh pun pasti akan berusaha bangkit dan berjalan lagi.

Dengan kedua kaki dan tangan saya di tambah oleh sang “ILAHI” saya berusaha bangkit dan sedang tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.

Yang sekarang ada di benak saya untuk apa saya hidup? dan untuk siapa hidup ini saya persembahkan? Orang-orang yang sukses saat ini tidak mau melirik saya, bahkan mencemooh saya, dan memfitnah saya. “Saya adalah sang Spesialis Kegagalan”.

Bagi orang yang berhasil, mengulang kesalahan yang sama itu akan menjauhkan kita dari kesuksesan. Dan itu yang saya lakukan, saya selalu melakukan kesalahan yang sama.

Akankah saya juga mengulang kebaikan yang sama dan tentunya tidak semua orang bisa lakukan. Saya dekati orang-orang di sekitar saya untuk mendapatkan pengalaman dari mereka, namun saya belum bisa masuk dalam kehidupan saya.

Saya harus beralih sekarang atau tidak sama sekali sampai semua ini berakhir. Mungkin cuma letih yang bisa saya katakan untuk memagari diri ini dari ingatan yang saya terima. Saya memang letih, letih dalam pengertian diri saya sendiri yang seharusnya itu menjadi hal yang mudah bagi orang lain.

Untuk saat ini saya tidak mau mengenal kata menyerah sebelum saya memahami apa arti dari keberhasilan itu sendiri. Saya ingin menjadi orang yang tidak pernah memiliki sedikitpun rasa takut untuk melangkah maju, demi meraih suatu kesuksesan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Namun beranjak dari kata tidak mau menyerah tentunya sangat membutuhkan dukungan, motivasi, dan masukan dari orang lain, yang nanti akan menjadi pengingat dan tampilan untuk bisa mewujudkan suatu keberhahasilan.
Selera !!!

Teriring Salam
“Nekaf Mese Ansaof Mese Tafen Pah TTU”
                                              

   
                                  * Delon Ukat *

IMATTU KUPANG : KATONG PU CERITA HARI INI

Indahnya Bergabung di IMATTU kupang, Tidak saja Pengalaman, Ilmu dan Pengembangan Kreativitas yang dicari. Tapi ada kebersaman dan solidaritas kekeluargaan yang tercipta dalam komonitas ini, alhasilnya kita selalu memiliki kisah yang indah diwaktu susah dan senang.

Pada Hari ini IMATTU Kupang melakukan Rekreasi di Alam Bebas Pantai Nunsui yang penuh inspirasi.

 

Tak hanya Rekreasi Yang dilakukan namun ada beberapa Agenda penting seperti Pembubaran Panitia Penerimaan Anggota Baru sekaligus Pembentukan Panitia KKBM yang akan dilakukan Beberapa Bulan kedepan, ini merukapan rutinitas bagi IMATTU Kupang sebagai Program Tahunan.

Ada hal yang menarik dihari ini, dengan rekreasi di pantai yang sifatnya ilimiah, juga dibarenngi dengan berfoto selvi, sekaligus bajalan untuk refreshing, ungkap Nhoa Alfred (Mantan kepan MPAB)

Selain itu pula dalam pemilihan ketua panitia KKBM terpilih seorang wanita yang tak kala cerdas dan cantiknya, beliau adalah Cristina Banase. Cristyn kalau di cek di belakang asallnya adalah orang Noemuti. Tak mengherankan kalau orang Noemuti hebat di IMATTU kupang.

Keberhasilan itu menjadi catatan sejarah di IMATTU kupang juga Timor Tengah Utara, Seperti Bupati TTU unu Ray Fernandes, yang pernah menjadi Ketua Imattu Kupang dan masih banyak orang Noemuti yang sudah berhasil.

Alasan lain memilih alam bebas dihari ini karena belajar tidak saja monoton di dalam ruangan, tapi butuh sama sekali.

Kegiatan hari ini tidak saja dihadiri oleh anggota aktif IMATTU kupang, hadir pula seniornya yang biasa setia mendampingi seperti Unu, Omiano Sabu, Unu Wilson Naihati, Unu Arry Kono, Unu Melky Mano, Unu Rinto Obe dan lain yang Tak berharga namannya.

 

Kehadiran mereka membawa dampak posetif yang selalu membawa kebahagiaan, seperti yang di ungkapkan Ommy Soares, atau yang biasa dikenal orang enak (OE) di imattu Kupang

 

kiranya kebersamaan tak’kan berlalu, dan rasa NEKAF MESE ANSAOF MESE tetap tersimpan di lubuk sanubari Hati, yang tak luntur dengan waktu yang Terus Berlanjud.

TTU : LAHAN PERSAWAHAN WARGA SONO TAK LAGI MENGHASILKAN BERAS

                    Oleh : Julius Snoe Sasi

LAHAN PERSAWAHAN WARGA SONO TAK LAGI MENGHASILKAN BERAS

Indonesia adalah negara agraris. tidak sedikit masyarakat direpublik ini bermata pencaharian bertani dan bercocok tanam.
Petani yaitu orang yang bekerja dalam bidang pertanian.

Desa Sono kecamatan Bikomi Tengah kab. TTU Hampir semua warganya berprofesi sebagai petani.

Lahan pertanian di desa ini terdiri dari lahan persawahan, lahan perkebunan dan lahan perladangan.

Agustinus Na’o salah satu Petani tulen di desa sono mengaku sudah hampir 20 tahun ia bergerak di lahan pertanian seperti perladangan dan persawahan namun lahan persawahan belakangan ini sudah tidak digarap lagi. Lanjutnya

Ayah dari empat orang anak ini mengatakan bahwa desa sono bisa menjadi desa lumbung padi karena keseluruhan petani di desa ini bekerja di ladang dan juga memiliki lahan persawahan tetapi air susah masuk ke lahan. tutupnya

“Kami seharusnya hidup tidak susah dan tidak ada saudara-saudara kami yang pergi kerja di luar Negeri karena selain kami kerja di ladang,  kami juga memilki laha basa tetapi Untuk saat Kami hanya mengolah lahan kering dan itu hasilnya pas-pasan. lahan untuk persawahan tidak kami olah karena masalahnya irigasinya rusak”

Mikhael Metan kepala Desa sono ketika dikomfirmasi pertelfon membenarkan kondisi irigasi mesnok sudah rusak dan tidak berfungsi lagi untuk mengairi lahan persawahan di tiga lokasi yakni Mesnok, nefonaek dan nefonunba’i. Tegasnya

Pria kelahiran tahun 1976 ini menambahkan irigasi mesnok sudah ditangani Pemerintah dengan anggaran lumayan besar namun irigasi itu belum berhasil mengairi lahan warga di tiga lokasi itu karena banjir pertama tahun 2016 merusak pipi-pipa yang ada. Lanjutnya

Untuk saat ini masyarakat hanya kerja di lahan kering dan hasil pertanian memang cukup untuk makan tetapi tidak lebih untuk dijual.

Untuk menjawab keluhan masyarakat  saat ini pemerintah Desa sedang mencari solusi sehingga sekurang-kurangnya tahun depan masyarakat bisa kembali bekerja di sawa di tiga lokasi tersebut. Tutupnya

“Lahan persawahan di tiga lokasi yakni mesnok,nefonaek dan nefonunba’i cukup menjanjikan masyarakat hidup sejahtera dan masyrakat betah di kampung. Sawah belum dikerjakan lagi karena kendala saat ini adalah irigasi yang dikerjakan tahun 2016 sudah tidak berfungsi lagi dan sejauh ini kami dari pihak Pemerintahan Desa sedang mencari solusi sehingga warga  bisa kembali beroprasi di lahan sawahnya masing-masing” kata Mikhael

Ketua BPD Desa Sono Aleksianus Metan berharap Pemerintah Desa sono bekerja sama dengan semua Pihak terkait untuk memperbaiki irigasi mesnok. Karena dengan  adanya sawah di desa sono kembali difungsikan maka dapat dipastikan akan melepaskan masyarakat dari persoalan-persoalan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

YUSAK : CERITA INDAH KAMPUNGKU SONO

 Oleh : Yusak (Mantan Sekum IMATTU Kpg)

Rumah-rumah kecil nan sederhana, bahkan banyak yang berdindingkan bebak.

Hal ini tak mengherankan karena walaupun ada bidang tanah yang subur namun terdapat banyak tanah keras, berbatu di daerah pegunungan itu sehingga kurangnya air besih dan tak semua tanaman bertahan hidup dan membuahkan hasil yang menjamin akan sebuah kesejahteraan ekonomi yang mapan, Itulah keadaan alam Sono .

Sono adalah nama Kampung yang termasuk salah satu desa di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT yang persis letaknya dibibir perbatasan antar dua negara yakni NKRI dan RDTL.

Sono adalah desa dimana saya dilahirkan dan dibesarkan jika sono digolongkan dalam kelompok desa-desa paling terbelakang mungkin sah-sah saja dan bagiku hal itu tak bisa dibantah karena walaupun letaknya kampungku di titik terdepan perbatasan antar negara tetapi kampungku itu mungkin diposisi terbelakang dari sisi kesejahteraan warganya karena masi terdapat banyak kekurangan terpahatkan di wajah desaku.

Yahhhh tak mau saya tutup-tutupi keadaan desaku, jujur dilain sisi saya banggakan tempat tumpah daraku itu dengan alasan walaupun ada keterbatasan-keterbatasan namun disanalah saya lahir dan mendapatkan kehidupan yang berkecukupan.

23 tahun silam awal dimana saya menghirup udara kehidupan di dunia ini tepatnya di Sono kampung yang banyak kekurangan tetapi selalu menawarkan rasa betah dan tak ingin ku jauh darinya karena masyarakat disana rukun hidupnya walaupun dalam himpitan persoalan hidup yang setiap hari terus membengkak.

Ayahku seorang Petani tulen dan pekerjaan ibuku adalah Ibu Rumah Tangga. keluargaku termasuk salah satu keluarga dari sekian banyak keluarga di desa kecilku itu yang sangat sederhana.

Dalam kesederhanaan keluargaku disitu ku dibesarkan dan dengan kondisi keluargaku itu sedikit demi sedikit ku dilatih oleh kedua orang tua ku untuk melangkah maju menjawab hidup yang dengan beragam maunya.

Berkebun tentu sudah pasti pekerjaan sehari-hari semua warga di desaku karena hampir semua masyarakat adalah petani termasuk ayahku.

Tumbuhan keras yaitu pohon kayu dengan ukuran bervariasi dan pohon buah seperti asam, mangga yang berbuah disaat musimnya dan padi, jagung, ubi-ubian, sayur adalah hasil komoditi pertanian di desaku walaupun hasilnya tak cukup untuk dijual belikan mengingat kondisi tanah pegunungan.

Dengan kondisi ini sangat masuk akal kalau jalannya hidup kami diwarnai dengan liku-liku. Hidup kami yang serba kekurangan terkadang membuatku sepertinya hidup dengan tidak pernah melakukan apa-apa sedangkan ayunan langkah teman-tamanku sudah maju dua sampai tiga langkah mendahuluiku.

Yahh inikah yang dinamakan masa kegelapan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun dia yang memiliki keinginan besar untuk menapaki anak tangga menuju titik puncak cita-citanya.

Ballhil Lahaladia, putra asal Fakfak papua tercatat saat ini memiliki 5 perusahaan besar di republik ini. Kisah suksesnya Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2018 ini berawal dari titik nol. Pria kelahiran tahun 1976 berasal dari keluarga miskin.

Sehingga sudah pasti jalan hidupnya penuh cerita yang menantang. Tercapainya keutuhan cita-citanya adalah hasil perjuangan yang sudah pasti melewati kondisi yang menakutkan dan ada rasa mundur mengingat star menuju titik kesuksesannya ketua HIPMI tempat berkumpulnya anak pengusaha dan pejabat ini tidak dengan modal dasar yang besar, kalau semangat yang berapai-api untuk terus mencoba iyah.

kata Orang dulu “percikan air hujan yang turun ke bumi dalam keadaan jernih itu berasal dari tumpukan awan tebal yang berwarna hitam. Sukses akan murni datang untuk kita genggam jika dengan total kita berusaha keras untuk patahkan kuatnya tantangan.

Memang benar adanya untuk menapaki tangga-tangga kesuksesan akan kita melewati  masa-masa gelap dan menakutkan seperti cerita perjalanan hidupnya Bahlil namun kejadian-kejadian yang menakutkan itu adalah benturan yang berwajahkan tawaran yang menjanjikan akan kita terbentuk menjadi manusia yang paling hebat dari sekian banyak manusia yang hebat disekeliling kita.

 

SONO : CERITA INDAH KAMPUNGKU

Oleh : Yusak (Mantan Sekum IMATTU Kpg)

Rumah-rumah kecil nan sederhana, bahkan banyak yang berdindingkan bebak.

Hal ini tak mengherankan karena walaupun ada bidang tanah yang subur namun terdapat banyak tanah keras, berbatu di daerah pegunungan itu sehingga kurangnya air besih dan tak semua tanaman bertahan hidup dan membuahkan hasil yang menjamin akan sebuah kesejahteraan ekonomi yang mapan, Itulah keadaan alam Sono .

Sono adalah nama Kampung yang termasuk salah satu desa di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT yang persis letaknya dibibir perbatasan antar dua negara yakni NKRI dan RDTL.

Sono adalah desa dimana saya dilahirkan dan dibesarkan jika sono digolongkan dalam kelompok desa-desa paling terbelakang mungkin sah-sah saja dan bagiku hal itu tak bisa dibantah karena walaupun letaknya kampungku di titik terdepan perbatasan antar negara tetapi kampungku itu mungkin diposisi terbelakang dari sisi kesejahteraan warganya karena masi terdapat banyak kekurangan terpahatkan di wajah desaku.

Yahhhh tak mau saya tutup-tutupi keadaan desaku, jujur dilain sisi saya banggakan tempat tumpah daraku itu dengan alasan walaupun ada keterbatasan-keterbatasan namun disanalah saya lahir dan mendapatkan kehidupan yang berkecukupan.

23 tahun silam awal dimana saya menghirup udara kehidupan di dunia ini tepatnya di Sono kampung yang banyak kekurangan tetapi selalu menawarkan rasa betah dan tak ingin ku jauh darinya karena masyarakat disana rukun hidupnya walaupun dalam himpitan persoalan hidup yang setiap hari terus membengkak.

Ayahku seorang Petani tulen dan pekerjaan ibuku adalah Ibu Rumah Tangga. keluargaku termasuk salah satu keluarga dari sekian banyak keluarga di desa kecilku itu yang sangat sederhana.

Dalam kesederhanaan keluargaku disitu ku dibesarkan dan dengan kondisi keluargaku itu sedikit demi sedikit ku dilatih oleh kedua orang tua ku untuk melangkah maju menjawab hidup yang dengan beragam maunya.

Berkebun tentu sudah pasti pekerjaan sehari-hari semua warga di desaku karena hampir semua masyarakat adalah petani termasuk ayahku.

Tumbuhan keras yaitu pohon kayu dengan ukuran bervariasi dan pohon buah seperti asam, mangga yang berbuah disaat musimnya dan padi, jagung, ubi-ubian, sayur adalah hasil komoditi pertanian di desaku walaupun hasilnya tak cukup untuk dijual belikan mengingat kondisi tanah pegunungan.

Dengan kondisi ini sangat masuk akal kalau jalannya hidup kami diwarnai dengan liku-liku. Hidup kami yang serba kekurangan terkadang membuatku sepertinya hidup dengan tidak pernah melakukan apa-apa sedangkan ayunan langkah teman-tamanku sudah maju dua sampai tiga langkah mendahuluiku.

Yahh inikah yang dinamakan masa kegelapan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun dia yang memiliki keinginan besar untuk menapaki anak tangga menuju titik puncak cita-citanya.

Ballhil Lahaladia, putra asal Fakfak papua tercatat saat ini memiliki 5 perusahaan besar di republik ini. Kisah suksesnya Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2018 ini berawal dari titik nol. Pria kelahiran tahun 1976 berasal dari keluarga miskin.

Sehingga sudah pasti jalan hidupnya penuh cerita yang menantang. Tercapainya keutuhan cita-citanya adalah hasil perjuangan yang sudah pasti melewati kondisi yang menakutkan dan ada rasa mundur mengingat star menuju titik kesuksesannya ketua HIPMI tempat berkumpulnya anak pengusaha dan pejabat ini tidak dengan modal dasar yang besar, kalau semangat yang berapai-api untuk terus mencoba iyah.

kata Orang dulu “percikan air hujan yang turun ke bumi dalam keadaan jernih itu berasal dari tumpukan awan tebal yang berwarna hitam. Sukses akan murni datang untuk kita genggam jika dengan total kita berusaha keras untuk patahkan kuatnya tantangan.

Memang benar adanya untuk menapaki tangga-tangga kesuksesan akan kita melewati  masa-masa gelap dan menakutkan seperti cerita perjalanan hidupnya Bahlil namun kejadian-kejadian yang menakutkan itu adalah benturan yang berwajahkan tawaran yang menjanjikan akan kita terbentuk menjadi manusia yang paling hebat dari sekian banyak manusia yang hebat disekeliling kita.

TANPA POS POLISI, MASYARAKAT BTN RESAH

          OPINI : oleh Yanuarius Sani Feka

TANPA POS POLISI, MASYARAKAT BTN RESAH

Dalam kehidupan, manusia sebagai makluk sosial selalu memiliki keinginan berkumpul dan berinteraksi dengan lingkungan dimana kehidupan manusia itu berada. Sebagaimana dikemukakan Aris Toteles (384-322  SM) Manusia adalah Zoon Politicon, pada dasarnya manusia adalah makluk yang ingin selalu bergaul, berkumpul dengan manusia lain dan menjadikan kehidupan itu makluk sosial yang bermasyarakat.

Kehidupan manusia dalam bermasyarakat selalu melakukan hubungan timbale balik dengan manusia lain serta adanya peradaptasian terhadap lingkungan yang selalu melekat dan tak dapat dipisahkan.

Alasannya manusia tak mungkin hidup sendiri dalam kehidupan sehari – hari dalam memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain, karena secara kodratnya manusia diciptakan Tuhan untuk saling berinteraksi , bermasyarakat / bersilaturahmi dengan sesama.

Gregariousness adalah istilah Manusia yang secara naluri memiliki kebutuhan dasar seperti yang diutarakan dalam ulasan diatas.

Kehidupan manusiapun meliputi beberapa aspek diantarannya Organik, Psikologis dan sosial.

Sesuai dengan judul opini TANPA POS POLISI, MASRAKAT BTN RESAH, penulis mengaitkan dengan aspek sosial.

Aspek Sosial yang dimaksud adanya kebersamaan yang menjadi cirri khas manusia serta dalam kondisi dan situasi tertentu  manusia selalu melakukan hal secara bersama – sama, mereka melakukan hal tersebut dengan tujuan – tujuan tertentu pula.

Masyarakat BTN Resah

Masrakat BTN adalah pemukiman penduduk yang berlokasi di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Latar belakang penduduk BTN sangat bervariasi tapi secara kasat mata didominasi oleh kaum Terpelajar, dengan salah satu factor dimana lokasi BTN adalah lingkungan ilimiah karena terdapat tempat – tempat Study seperti Kampus Perguruan Tinggi, Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).

Lingkungan yang didominasi kaum terpelajar memiliki suatu kebanggaan serta nilai posetif dalam suatu wilayah agar bisa membantu masyarakat setempat dalam aspek hukum, sosial dan lainnya, juga menjadi contoh di masyarakat sebagai kaum intelektual (role model) dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sisi kehidupan lain masyarakat BTN sering diresahkan dengan kejadian kejadian yang tidak diinginkan, baik yang dilakukan oleh oknum mahasiswa ataupun masyarakat bukan mahasiswa.

Contoh kasus seperti, Pengeroyokan (26/02/2018), Kasus Pengeroyokan dan Penikaman oleh Oknum Tak di Kenal (20/10/2016), Mahasiswa Cantik yang Tewas di Kamar kost (3/11/2017) dan kasus-kasus lain yang tak disebutkan.

Pentingnya Pos Polisi.

Menanggapi Keresahan keamanan masyarakat BTN, Desa Naiola, Kabupaten Timor Tenggah Utara, maka diperlukan pembangunan Pos Polisi sebagai tempat melaporkan tindak kejahatan, tempat mengadu tindakan kriminalitas serta membantu masrakat dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari hari tentunya. 

Sebagaimana diatur dalam perundang – undangan, antara lain UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pelaksanaan kegiatan operasional dan pembinaan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah yang paling trendah yaitu Pos Polisi, Dengan Tugas dan wewenang Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Menegakan Hukum dan memberikan perlindungan , pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian hadirnya Pos Polisi di BTN, Desa Naiola, Kabupaten Timor Tengah Utara, membuat masyarakat/penduduk setempat (Mahasiswa, Pelajar, dan Masyarakat Biasa) akan merasa nyaman dan hilang keresahan serta tidak takut dalam melaksanakan aktivitas kapan saja dan dimanapun.